Sejarah Pergerakan Nasional Abad 20
Kategori
Judul
Sejarah Pergerakan Nasional Abad 20
Penulis
Fuadul Umam, M.Hum., dan Dr. Edy Supratno, M.Hum.
Harga jual (cetak)
Rp 140,000,-
Deskripsi
Materi ini membahas sejarah lahir dan perkembangan nasionalisme Indonesia sebagai proses panjang pembentukan identitas kebangsaan dan negara. Pembahasan dimulai dari kondisi kolonial di bawah Hindia Belanda, termasuk monopoli perdagangan rempah, tanam paksa, eksploitasi sumber daya alam, dan Politik Etis, yang secara langsung maupun tidak langsung melahirkan golongan terdidik serta kesadaran kebangsaan. Dari sini muncul organisasi-organisasi modern seperti Budi Utomo, perkembangan kaum intelektual, serta dinamika sosial yang melibatkan kelompok priyayi, santri, dan abangan dalam proses pergerakan nasional.
Selanjutnya, materi ini menyoroti tonggak penting pembentukan identitas nasional, seperti Kongres Pemuda, Sumpah Pemuda, Bahasa Indonesia, dan persatuan nasional. Nasionalisme Indonesia dipahami bukan hanya sebagai semangat anti-kolonial, tetapi juga sebagai ideologi kebangsaan yang menekankan persatuan dalam keberagaman. Masa pendudukan Jepang dibahas sebagai periode yang penuh kontradiksi: di satu sisi melahirkan penderitaan seperti romusha dan jugun ianfu, tetapi di sisi lain turut membuka ruang bagi penguatan organisasi, latihan militer, dan persiapan kemerdekaan, termasuk pembentukan Tentara Pembela Tanah Air serta proses menuju perumusan teks Proklamasi.
Materi ini juga mengkaji perkembangan Indonesia setelah merdeka, mulai dari revolusi fisik 1945–1949, demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, G30S/PKI, Orde Baru dengan dwifungsi ABRI, hingga Era Reformasi, yang ditandai desentralisasi kekuasaan dan tuntutan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dengan demikian, pembelajar diajak memahami bahwa identitas nasional Indonesia dibentuk melalui perjuangan panjang yang mencakup aspek kolonialisme, pergerakan, diplomasi, konflik internal, pembangunan nasional, dan reformasi politik.
Selanjutnya, materi ini menyoroti tonggak penting pembentukan identitas nasional, seperti Kongres Pemuda, Sumpah Pemuda, Bahasa Indonesia, dan persatuan nasional. Nasionalisme Indonesia dipahami bukan hanya sebagai semangat anti-kolonial, tetapi juga sebagai ideologi kebangsaan yang menekankan persatuan dalam keberagaman. Masa pendudukan Jepang dibahas sebagai periode yang penuh kontradiksi: di satu sisi melahirkan penderitaan seperti romusha dan jugun ianfu, tetapi di sisi lain turut membuka ruang bagi penguatan organisasi, latihan militer, dan persiapan kemerdekaan, termasuk pembentukan Tentara Pembela Tanah Air serta proses menuju perumusan teks Proklamasi.
Materi ini juga mengkaji perkembangan Indonesia setelah merdeka, mulai dari revolusi fisik 1945–1949, demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, G30S/PKI, Orde Baru dengan dwifungsi ABRI, hingga Era Reformasi, yang ditandai desentralisasi kekuasaan dan tuntutan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dengan demikian, pembelajar diajak memahami bahwa identitas nasional Indonesia dibentuk melalui perjuangan panjang yang mencakup aspek kolonialisme, pergerakan, diplomasi, konflik internal, pembangunan nasional, dan reformasi politik.
