EKO-AKUNTA-NESIA: Teori Konsep dan Konteks

Kategori
Judul
EKO-AKUNTA-NESIA: Teori Konsep dan Konteks
Penulis
Muhammad Aras Prabowo, Meutia, Windu Mulyasari, dan Agus Sholikhan Yulianto
Harga jual (cetak)

Rp 198,000,-

Deskripsi
Buku EKO-AKUNTA-NESIA: Teori, Konsep, dan Konteks karya Muhammad Aras Prabowo, Meutia, Windu Mulyasari, dan Agus Sholikhan Yulianto merupakan kontribusi penting dalam upaya membangun paradigma ekonomi dan akuntansi yang berakar pada realitas sosial, budaya, dan ekologis Indonesia. Karya ini lahir dari kegelisahan terhadap dominasi kapitalisme global dan positivisme akuntansi yang seringkali mengabaikan nilai keadilan sosial, solidaritas, dan keberlanjutan lingkungan.

Buku ini mengusung dua gagasan utama: Ekonesia dan Akuntanesia. Ekonesia dipahami sebagai sintesis tiga kutub besar pemikiran: ekonomi kapital, ekonomi substantif ala Karl Polanyi, dan ekonomi kerakyatan yang berakar dari marhaenisme Bung Karno, koperasi Bung Hatta, hingga ekonomi Pancasila Mubyarto. Paradigma ini mengajak untuk tidak menolak pasar, negara, atau komunitas secara ekstrem, melainkan mengintegrasikan ketiganya dalam kerangka hibrida yang menekankan keadilan sosial, keberlanjutan ekologis, dan solidaritas komunitas. Ekonesia juga menawarkan jawaban praktis terhadap tantangan kontemporer: ketimpangan sosial, krisis iklim, oligarki politik, hingga eksploitasi sumber daya.

Sementara itu, Akuntanesia hadir sebagai kritik atas akuntansi positivistik yang reduksionis. Selama ini, laporan keuangan formal hanya merekam angka laba-rugi, aset, atau efisiensi, tetapi mengabaikan kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan kontribusi gotong royong. Akuntanesia ditawarkan sebagai kerangka akuntansi substantif yang mengakui dimensi sosial, kultural, dan ekologis. Ia mencatat tidak hanya nilai finansial, tetapi juga praktik solidaritas, partisipasi demokratis, dan keberlanjutan. Dengan demikian, akuntansi dipulihkan pada fungsi etisnya: sebagai instrumen pertanggungjawaban publik, bukan sekadar legitimasi korporasi.

Struktur buku ini dibangun secara sistematis. Bab awal mengurai fondasi kapitalisme dari Adam Smith hingga perkembangan korporasi multinasional serta kritik terhadap dampak neoliberalisme yang melahirkan ketimpangan dan krisis ekologis. Bab berikutnya memperkenalkan ekonomi substantif Polanyi dan relevansinya dalam konteks Indonesia, di mana ekonomi sejatinya tertanam dalam jaringan sosial dan adat. Kemudian, pembahasan beralih ke ekonomi kerakyatan sebagai warisan bangsa, menekankan demokrasi ekonomi, koperasi, dan gotong royong sebagai basis praksis.

Puncak diskusi terletak pada perumusan Ekonesia: paradigma ekonomi hibrida yang menyeimbangkan efisiensi pasar, intervensi negara, solidaritas komunitas, dan keberlanjutan ekologis. Dalam bagian lanjut, buku ini memperkenalkan konsep bagi hasil sebagai arsitektur risk-sharing yang sesuai dengan tradisi Nusantara dan ekonomi Islam, serta etika Ekonesia yang berakar pada Pancasila, adat, dan nilai kolektif bangsa. Lebih jauh, buku ini mengkaji praktik ekonomi lokal seperti teseng sistem adat bagi hasil di Sulawesi Selatan sebagai bentuk akuntansi substantif yang hidup.

Pada bagian akhir, fokus diarahkan pada Akuntanesia sebagai desain operasional akuntansi substantif. Di sini ditawarkan prinsip, proses, hingga metodologi implementasi, mulai dari eksperimen komunitas, digitalisasi ringan, hingga standardisasi yang menjembatani antara nilai lokal dengan standar akuntansi modern. Buku ini juga menutup dengan agenda riset jangka panjang, yang mengajak akademisi dan praktisi untuk menjadikan Ekonesia dan Akuntanesia sebagai medan kolaborasi interdisipliner.

Secara keseluruhan, EKO-AKUNTA-NESIA bukan hanya teks akademik, melainkan proyek epistemologis untuk mendobrak dogma kapitalisme dan positivisme akuntansi. Ia mengajukan alternatif paradigma yang lebih kontekstual, humanis, dan transformatif, dengan cita-cita menjadikan ekonomi dan akuntansi sebagai instrumen kebudayaan yang mengarahkan pembangunan Indonesia menuju kedaulatan, keadilan sosial, dan keberlanjutan ekologis.